Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten Percepat Pembangunan Jalan Lingkungan Permukiman, Wujud Nyata Penanganan Kawasan Kumuh
Sumber Gambar :Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten Percepat Pembangunan Jalan Lingkungan Permukiman, Wujud Nyata Penanganan Kawasan Kumuh
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten terus menggenjot pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) permukiman, khususnya jalan lingkungan sebagai prioritas utama dalam penanganan kawasan kumuh. Program ini menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan permukiman layak huni dan mendukung visi Banten Maju, Adil, Merata, Tidak Korupsi yang dicanangkan Gubernur Banten Andra Soni.
Sepanjang tahun 2025, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman telah merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di 1.499 lokasi tersebar di berbagai kabupaten/kota. Pada 2026, program ini terus berlanjut dan diprioritaskan di kawasan kumuh bersamaan dengan peningkatan kualitas permukiman. Pembangunan jalan lingkungan menggunakan paving block dan material berkualitas, terintegrasi dengan perbaikan drainase serta infrastruktur dasar lainnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten, M. Rachmat Rogianto, S.T., M.T., menekankan bahwa pembangunan jalan lingkungan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan investasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kami prioritaskan kawasan kumuh sesuai arahan Gubernur. Jalan yang baik akan membuka akses, menggerakkan ekonomi, dan mengubah wajah permukiman dari kumuh menjadi asri dan produktif,”.
Program ini selaras dengan Renstra Dinas PRKP 2025–2029 dan mendukung target penanganan kawasan kumuh. Pada 2025, Pemprov Banten berhasil menangani lebih dari 400 hektare kawasan kumuh, melampaui target awal. Penanganan meliputi perbaikan jalan lingkungan, drainase, sanitasi, dan penyediaan air bersih, sehingga secara bertahap mengurangi luasan kawasan kumuh di Banten.
Dampak Nyata Masyarakat
Pembangunan jalan lingkungan telah memberikan dampak konkret dan langsung di lapangan:
- Peningkatan Aksesibilitas dan Mobilitas Warga kini lebih mudah mengakses rumah, sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan. Di kawasan kumuh yang dulunya hanya dilalui motor atau pejalan kaki dengan susah payah, kini kendaraan roda empat dapat lewat lancar. Hal ini sangat membantu saat darurat, seperti akses ambulans atau mobil pemadam kebakaran.
- Pengurangan Genangan Air dan Risiko Banjir Jalan lingkungan dibangun bersamaan dengan perbaikan drainase, sehingga air hujan tidak lagi menggenang. Kondisi ini menekan penyakit yang disebabkan oleh genangan air kotor, seperti demam berdarah dan infeksi saluran pernapasan, serta meningkatkan kebersihan lingkungan secara keseluruhan.
- Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Akses jalan yang baik memperlancar distribusi barang dan jasa. Pedagang kecil semakin ramai, usaha mikro seperti warung, bengkel, dan kerajinan tumbuh pesat. Masyarakat dapat mengangkut hasil pertanian atau produk usaha dengan lebih murah dan cepat, sehingga pendapatan rumah tangga meningkat.
- Peningkatan Kualitas Hidup dan Martabat Warga Lingkungan permukiman yang lebih tertata membuat warga merasa lebih aman, nyaman, dan bermartabat. Anak-anak dapat bermain dengan aman, ibu-ibu lebih mudah beraktivitas, dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan pun meningkat. Program ini juga mengurangi kesenjangan antarwilayah, terutama di Banten Selatan seperti Lebak dan Pandeglang.

Salah seorang warga di Desa Sukamanah, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, yang menerima manfaat program tahun 2025 mengatakan: “Dulu jalan depan rumah berlubang dan becek saat hujan. Anak-anak susah ke sekolah, dagangan sulit dibawa. Sekarang jalan sudah bagus, rumah kami lebih kering, dan usaha kami semakin lancar. Terima kasih Pemprov Banten.”
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten terus melakukan survei dan verifikasi lokasi prioritas setiap tahun untuk memastikan pembangunan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh atau permukiman dengan infrastruktur buruk dapat mengusulkan melalui pemerintah kabupaten/kota setempat.
Dengan semangat Banten Bagus, pembangunan jalan lingkungan permukiman ini menjadi bukti komitmen nyata Pemerintah Provinsi Banten dalam mewujudkan permukiman yang layak huni, berkelanjutan, dan mendukung pemerataan pembangunan. Setiap meter jalan yang dibangun bukan hanya menghubungkan titik-titik, melainkan menghubungkan harapan warga menuju kehidupan yang lebih baik.