MERUBAH REOT MENJADI MASKOT, MENGHILANGKAN CEMAS MENJADI PANTAS

Perumahan dan permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia dan mempunyai fungsi yang strategis dalam perannya sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya, dan peningkatan kualitas generasi yang akan datang.

Sesuai dengan amanat dalam UUD 1945, bahwa rumah merupakan hak setiap orang untuk dapat meningkatkan mutu kehidupan dan penghidupannya. Oleh karenanya, Gubernur Provinsi Banten  melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PERKIM) Provinsi Banten hadir untuk menghilangkan kecemasan masyarakat di provinsi Banten yang memiliki tempat tinggal yang sudah “reot” atau  tidak layak huni dan merubahnya menjadi suatu tempat tinggal yang layak huni bahkan menjadi suatu tempat tinggal yang bisa dijadikan “maskot” bagi masyarakatnya dengan Program Bantuan  andalannya yaitu Program Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (PK-RTLH)sehingga seluruh masyarakat khususnya di provinsi Banten bisa meningkatkan taraf  hidup melalui kondisi rumah yang lebih sehat, rapi, dan teratur.

Program PK-RTLH juga mempunyai tujuan agar keluarga miskin di provinsi Banten memiliki rumah yang lebih sehat dan layak huni serta menciptakan kenyamanan dalam kehidupan dan memberikan fasilitas di lingkungan desa. Adapun sasaran dan prioritas pembangunan bidang perumahan diantaranya meningkatkan ketersediaan  rumah layak huni, penetapan pedoman/kebijakan pengembangan dan pembangunan rumah, penyediaan dan  rehabilitasi rumah korban bencana provinsi, serta fasilitasi penyediaan rumah bagi masyarakat yang terkena relokasi program Pemerintah Daerah provinsi.

Program PK-RTLH Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten sudah hadir sejak tahun 2017 lalu dan pada awal berjalannya program ini sudah melakukan pembangunan sebanyak 93 unit rumah yang tersebar di Kabupaten Lebak sebanyak 86 unit rumah layak huni serta 7 unit di kota Serang.

Sedangkan pada tahun kedua di tahun 2018 program PK-RTLH ini semakin berkembang dengan melakukan pembangunan rumah layak huni sebanyak 1.238 unit yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota di provinsi Banten yaitu Kab.Serang sebanyak 269 unit, Kab.Lebak sebanyak 429 unit, Kab.Pandeglang 349 unit,Kota Serang sebanyak 104 unit serta 87 unit di Kab.Tangerang.

Untuk tahun ketiga ini di tahun 2019 Dinas Perkim Provinsi Banten sudah melakukan pembangunan sebanyak 166 unit rumah yang tersebar di Kab.Lebak sebanyak 81 unit, Kab.Pandeglang sebanyak 47 unit, Kab. Serang sebanyak 12 unit, Kota Serang sebanyak 10 unit, dan Kab.Tangerang sebanyak 16 unit.

Sudah banyak masyarakat yang sangat merasakan dampak dari bantuan Gubernur Prov.Banten melalui Dinas P3 dengan program PK-RTLH ini diantara salah satunya adalah Ibu Sapinah asal dari Desa Tanjung Jaya Kec.Panimbang Kab.Pandeglang beliau adalah salah satu dari sekian ribu masyarakat yang berhak menerima bantuan karena sudah hampir 20 tahun lebih tinggal di tempat yang sangat “reot” dan sangat tidak layak untuk dihuni, rumah yang didiami selama ini hanya terbuat dari bilik bambu dan beratapkan rumbia dan daun kering, tiang-tiang yang menyangga rumah hanya terbuat dari kayu seadanya dan itupun sudah mulai lapuk dimakan usia.


Kondisi rumah yang sangat menghawatirkan itulah yang menjadikan ibu sapinah berhak untuk menerima bantuan Program PK-RTLH. Setelah melewati tahap Verifikasi dan validasi data oleh pihak team VERVAL tanpa waktu yang lama pembangunan rumah untuk ibu sapinah pun segera dilaksanakan.

Dalam tahap proses pembangunanya Dinas PRKP melakukan kerjasama dengan pihak KOPASSUS dan KOREM prov. Banten. Hal ini dilakukan bertujuan agar terjalinya kerjasama yang baik antar instansi pemerintah dan supaya proses pekerjaan bisa berjalan baik,lancar,dan aman.

Hasilnya dalam waktu kurang dari 14 hari proses pembangunan rumah bisa terlaksana dengan sangat baik. Setelah proses pembangunan rumah yang kondisi awalnya sangat “reot”dan jauh dari kata layak untuk dihuni kini sudah berubah menjadi rumah dengan kondisi yang sangat layak huni serta sehat untuk ditempati.


Raut wajah kecemasan yang tergambar diwajah ibu sapinah pada saat awal bertemu pun kini sudah berubah menjadi senyum dan tawa kebahagiaan. Karena rumah “reot”yang dulu kini sudah berubah jadi maskot idola bagi keluarganya.

“Terimakasih Bapak, abdi dipasihan rumah ku Bapak, Pak Wahidin abdi hatur nuhun sekarang rumah saya jadi bagus atas perhatian Bapak terimakasih banyak assalamualaikum” ungkap ibu sapinah dengan penuh ceria setelah menerima bantuan program PK-RTLH.

Dan masih banyak juga masyarakat khususnya di kawasan prov.Banten berbahagia dan berterimakasih kepada Bapak Gubernur kita di Banten atas program bantuan PK-RTLH yang dijalankan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman yang bekerjasama dengan pihak KOPASSUS dan KOREM.

Harapan kedepan program bantuan seperti ini bisa terus dilaksanakan agar seluruh masyarakat keluarga miskin yang ada bisa memiliki rumah yang sehat dan layak huni dan dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal dan agar kawasan kumuh yang ada dikawasan provinsi Banten bisa berubah menjadi kawasan yang sehat dan berkembang.
dan bukan lagi menjadi suatu hal yang mustahil untuk “MERUBAH REOT MENJADI MASKOT DAN MENGHILANGKAN CEMAS MENJADI PANTAS.”

 

Share :